Bupati Karawang dan Gubernur Jawa Barat KDM Kawal Kirab Mahkota Binokasih

Bupati Karawang dan Gubernur Jawa Barat KDM Kawal Kirab Mahkota Binokasih

SP – Karawang – Malam dikota Pangkal Perjuangan berubah menjadi lautan manusia ketika kirab Mahkota Binokasih melintas jalur protokol Karawang, ribuan warga tumpah ruah disepanjang jalan menyambut iring-iringan budaya yang sarat sejarah.

Namun perhatiaan publik malam itu tertuju pada satu momen,Bupati Aep Syaepuloh tampil menunggang kuda berdampingan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab di sapa KDM.

Sorak warga pecah saat kedua pemimpin itu memasuki pusat keramaian dengan balutan pakaian adat sunda lengkap,Aep terlihat gagah berada di barisan depan kirab budaya yang menjadi simbol penghormatan terhadap warisan kerajaan sunda tersebut.

“Pak haji Aep,”teriak warga bersahut-sahutan dari berbagai sisi jalan,sapaan itu dibalas senyum dan lambaian tangan dari atas pelana kuda,dibeberapa titik Aep bahkan tampak memperlambat laju kuda nya untuk menyapa warga yang telah menunggu sejak sore,kehangatan itu membuat suasana kirab bukan sekedar seremoni budaya,melainkan juga panggung kedekatan antara pemimpin dan rakyat.

Bagi masyarakat Karawang sapaan “pak haji,”bukan hanya panggilan biasa,julukan itu telah melekat sebagai simbol kedekatan emosional warga terhadap sosok Aep yang dikenal sederhana dan mudah berbaur dengan masyarakat.

Kehadiran langsung Bupati Karawang dalam pengawalan kirab mahkota Binokasih menuai apresiasi luas,banyak warga menilai keterlibatan tersebut sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam menjaga budaya sunda ditengah deras nya arus modernisasi.

“Jarang ada pemimpin yang mau turun langsung seperti ini,naik kuda,ikut mengawa budaya,menyapa warga,ini bukti pemimpin hadir bersama rakyat,”ujar seorang warga dilokasi kirab.

Kirab Mahkota Binokasih sendiri merupakan tradisi budaya bernilai historis tinggi bagi masyarakat sunda,mahkota tersebut menjadi simbol kebesaran dan kesinambungan sejarah kerajaan sunda yang hingga kini tetap dihormati dan di jaga, malam itu Karawang tidak hanya menjadi pusat perayaan budaya,tetapi juga menampilkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga identitas daerah.

Kebersamaan Bupati Karawang dan KDM diatas pelana kuda menghadirkan simbol sinergi antara Pemerintah Derah dan Pemerintah Provinsi dalam merawat akar tradisi.

Ditengah perkembangan jaman yang semakin cepat,kedua nya seolah ingin menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh memutus hubungan masyarakat dengan sejarah dan budayanya sendiri.

Kirab Mahkota Binokasih pun bukan sekedar tontonan, ia menjelma menjadi momentum emosional yang memperlihatkan bagaimana budaya mampu menyatukan pemimipin dan rakyat dalam satu semangat menjaga warisan leluhur tetap hidup ditanah sunda. (Budi)

CATEGORIES
Share This