
Dengan Ekonomi Pas-pasan dan Penuh Hinaan Pemilah Sampah Terpilih Menjadi Kepala Desa Mekarwangi
SP – Cikarang Barat – Tidak ada yang menduga seorang pemilah sampah ikut serta menjadi calon pemilihan kepala Desa, namun apa yang terjadi dengan modal kosong dan kepercayaan Surya bin Samid dengan apa adanya berani tampil sebagai calon kepala Desa .
Tukang pilah sampah yang terpilih menjadi Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, mendapat perhatian dari Kang Dedi Mulyadi atau KDM. Dalam pertemuan di Depok, KDM menyampaikan rencana membantu merenovasi rumah Surya.
Dengan kondisi ekonomi pas-pasan, keputusan Surya maju dalam Pilkades Mekarwangi 2026 sempat dianggap mustahil. Ia mengaku sering mendapat hinaan karena dinilai tidak memiliki uang untuk bertarung dalam ajang pemilihan kepala desa.

“Orang susah enggak punya duit ingin mencalonkan,” ujar Surya menirukan ucapan orang yang meragukan pencalonannya (21/9/26).
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Surya dipanggil ke kantor Kecamatan Cikarang Barat (23/9).
“Saya awalnya dengar Pak Dedi Mulyadi mau datang ke tempat saya. Tapi kemudian saya dipanggil Pak Camat ke kantor. Ternyata di sana sudah ada orang dari Bandung yang akan mempertemukan saya dengan Pak Dedi Mulyadi di Depok,” kata Surya (23/9).
Surya kemudian berangkat bersama pihak yang menjemputnya dari kantor kecamatan. Pertemuan tersebut menjadi momen yang membuat Surya terharu, terutama saat kondisi rumahnya menjadi salah satu hal yang dibicarakan.
Rumah sederhana berukuran sekitar 6 x 8 meter itu ditempati Surya bersama istri, lima anak, dan seorang mertua. Dari rumah tersebut, keluarga Surya menjalankan kehidupan sekaligus usaha memilah barang bekas.
Sebagian aktivitas usaha bahkan dilakukan di lahan sewaan yang berada di belakang rumah. Kondisi rumah tersebut kemudian menjadi perhatian KDM dalam pertemuan dengan Surya.
“Ada bahasa seperti itu, mudah-mudahan rumah saya nanti dibantu untuk direnovasi. Saya senang sekali,” ujar Surya.
Bagi Surya, rencana renovasi tersebut sangat berarti. Rumah itu menjadi tempat tinggal bagi delapan anggota keluarganya. Anak bungsunya bahkan masih duduk di bangku sekolah dasar. (WS)
