
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Dorong BPBD Tanggap Akan Warga Yang Mulai Mengalami Kekeringan
SERANG BARU -KSP. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Budi,SE Yanto berharap bahwa BPBD Kabupaten Bekasi segera tanggap terhadap keluhan warga yang mulai mengalami kekeringan. Melihat situasi saat ini dan beberapa laporan BMKG maka wilayah Kabupaten Bekasi akan mengalami perubahan cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau. Hal ini disampaikan oleh Budi Yanto,SE Kepada KSP Jumat,(12/06/2026).

Menurut laporan masyarakat dan masuk ke Pemerintah Kabupaten Bekasi bahwa wilayah serang dan Bojong mangu sudah mulai mengalami penurunan debit air bawah tanah. Artinya pompa air selama ini mereka gunakan sudah tidak mampu lagi menyedot air bawah tanah akibat penurunan debit air.

Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang semakin sedikit dan lebih cenderung musim kemarau. Maka dari situ dibutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) supaya lebih sigap.
Sementara itu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada warga Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Sementara itu pendistribusian dilakukan beberapa hari yang lalu tepatnya pada Selasa (09/06/2026) ungkap Sekban BPBD Agus Suparno kepada KSP.

Menurut Agus hal ini sebagai respons cepat atas laporan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah hujan tidak turun selama kurang lebih satu bulan terakhir dan ini mengakibatkan perubahan sumber air bawah tanah yang biasa digunakan masyarakat mengalami penurunan dan kering.
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, menambahkan bantuan air bersih tersebut merupakan distribusi perdana yang dilakukan BPBD pada musim kemarau tahun ini.
“Pengiriman air bersih sudah mulai dilakukan sejak Selasa kemarin sebagai langkah cepat membantu warga yang terdampak kekeringan,” katanya. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi, distribusi air bersih dilakukan di dua lokasi, yakni Kampung Pasir Kupang RT 002/RW 001 dan Kampung Tegal Badak RT 009/RW 005, Desa Nagasari.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke masing-masing lokasi menggunakan mobil tangki BPBD berkapasitas 5.000 liter, sehingga total bantuan yang didistribusikan mencapai 10.000 liter.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 30 kepala keluarga atau sekitar 90 jiwa yang terdampak kekurangan air bersih. Berdasarkan hasil asesmen petugas, sebagian warga bahkan sudah tidak memiliki persediaan air selama tiga hari terakhir dan terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, BPBD Kabupaten Bekasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Satpol PP, perangkat Desa Nagasari, ketua RT setempat serta masyarakat.
Dody mengimbau masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih untuk segera melapor melalui pemerintah desa atau kecamatan agar bantuan dapat segera disalurkan.
Menurut Dody bahwa BPBD memberikan masukan dan saran kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui desa atau kecamatan setempat agar dapat diteruskan kepada BPBD terangnya. ADV/PRESTON
