Disperkimtan Kabupaten Bekasi Genjot Pembangunan Rutilahu dan SPALD-S

Disperkimtan Kabupaten Bekasi Genjot Pembangunan Rutilahu dan SPALD-S

CIKARANG PUSAT – SP. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi terus menggenjot pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Hal ini untuk mendukung program 100 hari kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan wakilnya.

Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir mengatakan, program yang dilaksanakan dalam 100 Hari kerja Bupati Ade Kuswara Kunang dan Wakil Bupati Asep Surya Atmaja ini sudah berjalan secara bertahap seperti di Kecamatan Cikarang Selatan, Cikarang Timur, Serang Baru, serta secara bertahap di kecamatan lainnya.

“Program ini ditujukan untuk mengolah air limbah rumah tangga secara efisien dan ramah lingkungan dan menekan angka stunting dan miskin ekstrem,” kata Nurchaidir kepada SP Kamis, (15/05/2025).

Nurchaidir menargetkan, program ini akan diselesaikan secara bertahap sampai dengan bulan Agustus hingga November 2025 dengan target Rutilahu sebanyak 1.670 unit. “Untuk saat ini anggaran per 1 unit Rutilahu bernilai Rp. 20 juta bagi penerima manfaat,” terangnya.

Adapun rincian anggaran per satu unit Rutilahu yaitu Rp 17,5 juta untuk material dan Rp. 2,5 juta untuk upah tukang.
“Tapi sebetulnya Rp 20 juta dari pemerintah ini sifatnya stimulus untuk memberikan dorongan bagi pemilik rumah menggerakkan sanak saudara, tetangga dan masyarakat sekitar bergotong – royong untuk menuntaskan rumah tidak layak tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, sebagaimana arahan Bupati Bekasi, untuk tahun depan program Rutilahu rencananya akan dinaikkan nilainya dari Rp. 20 juta per unit menjadi Rp. 40 juta per unit.

Namun demikian hal tersebut akan dikaji dari sisi hukum dan berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menganggarkan proyek Rutilahu per unit sebesar Rp. 40 juta. Rutilahu ini juga bagian dari program unggulan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau biasa di sapa KDM. Pemprov Jawa Barat berusaha agar masyarakat di Jawa Barat ini bisa terbebas dari garis kemiskinan. Sehingga pembangunan infrastruktur di genjot dengan keras supaya hasilnya bisa dirasakan masyarakat luas. Salah satunya dengan perbaikan/program rutilahu ini.
ADV/JHONRIS,P.S

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )