
Dedi Mulyadi Sampaikan Lowongan Kerja Bekasi Masuk Era Digital Dorong Bursa Kerja Setiap Rabu
BEKASI — SP
Mencari informasi pekerjaan di Jawa Barat kini mulai diarahkan ke layanan digital. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi membuka akses bursa kerja secara daring untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Terobosan tersebut diperkenalkan melalui Job Fair Online Jawa Barat yang berlangsung di Kantor Pengelola Kawasan MM2100, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Rabu, 16 September 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir dalam kegiatan tersebut dan mendorong agar layanan bursa kerja tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia meminta penyampaian informasi lowongan pekerjaan dilakukan secara rutin sehingga masyarakat memperoleh akses informasi secara lebih terbuka.
Pemprov Jabar kemudian menjalankan Live Bursa Kerja setiap Rabu pukul 09.30 WIB melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, @dedimulyadiofficial.
Melalui siaran langsung tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai perusahaan yang sedang membuka rekrutmen, jenis posisi yang tersedia serta kualifikasi yang dibutuhkan.
Pada pelaksanaan perdana di Kabupaten Bekasi, lowongan yang diinformasikan berasal dari sejumlah bidang pekerjaan. Di antaranya HRD, finance, junior warehouse manager hingga sopir perusahaan.
Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan juga beragam, mulai dari lulusan SMA dan SMK. Bahkan, terdapat posisi tertentu yang tidak mewajibkan pelamar memiliki pengalaman kerja.
Lowongan Tidak Hanya Ditampilkan di Media Sosial
Pemprov Jawa Barat tidak hanya mengandalkan siaran langsung untuk menyebarluaskan informasi pekerjaan. Masyarakat juga dapat melihat lowongan melalui platform Nyari Gawe yang dikembangkan Pemprov Jabar.
Melalui platform tersebut, pencari kerja dapat melihat informasi pekerjaan sekaligus melakukan proses lamaran secara daring. Dengan pola ini, masyarakat tidak harus datang secara langsung ke lokasi pelaksanaan job fair hanya untuk mengetahui lowongan yang tersedia.
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan juga berperan menghimpun perusahaan di wilayahnya agar membuka dan mempublikasikan informasi kebutuhan tenaga kerja melalui Job Fair Online Jawa Barat.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan pemerintah daerah terus mendorong perusahaan agar membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan komunikasi dan kunjungan ke sejumlah perusahaan untuk mendorong terbukanya lowongan bagi masyarakat lokal. Pemkab Bekasi juga berencana mengumpulkan pengelola kawasan industri untuk membahas kebutuhan tenaga kerja.
Bursa Kerja Diminta Berlangsung Rutin
Dedi Mulyadi meminta agar pola bursa kerja digital tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya ketika ada kegiatan job fair tertentu, melainkan menjadi saluran informasi yang rutin bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaan selanjutnya, Live Bursa Kerja dijadwalkan berpindah ke wilayah lain. Setelah Kabupaten Bekasi, kegiatan pada pekan berikutnya direncanakan berlangsung di Kota Depok.
Dorongan untuk membuka informasi lowongan secara rutin juga berkaitan dengan upaya mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih langsung.
Pemkab Bekasi sendiri menghadapi tantangan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri. Pemerintah daerah menyebut kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan masih menjadi pekerjaan yang perlu diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan.
Tantangan Berikutnya Bukan Sekadar Membuka Lowongan
Kehadiran bursa kerja online memang membuat informasi lowongan lebih mudah dijangkau. Namun, akses informasi hanyalah salah satu bagian dari persoalan ketenagakerjaan.
Pemerintah daerah tetap perlu memastikan perusahaan memberikan informasi rekrutmen secara jelas, sementara pencari kerja harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan posisi yang tersedia.
Di sisi lain, keterbukaan informasi lowongan juga dapat mengurangi ketergantungan pencari kerja terhadap informasi informal. Pemprov Jabar menyatakan layanan tersebut salah satunya diarahkan untuk memperluas akses masyarakat sekaligus mengurangi praktik percaloan dalam proses mencari pekerjaan.
Program Job Fair Online Jawa Barat di Kabupaten Bekasi menjadi langkah pemerintah untuk mengubah pola penyebaran informasi pekerjaan dari kegiatan yang bersifat tatap muka menjadi layanan yang dapat diakses masyarakat secara digital.
Dengan Live Bursa Kerja setiap Rabu dan dukungan platform Nyari Gawe, masyarakat memiliki jalur tambahan untuk mengetahui peluang kerja tanpa harus mendatangi lokasi job fair.
Namun, keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering lowongan disiarkan. Konsistensi perusahaan dalam membuka informasi secara transparan, ketepatan kualifikasi, serta kemampuan pencari kerja memenuhi kebutuhan industri akan menjadi bagian penting dari pelaksanaannya.
Bursa kerja digital kini mulai mendapat ruang dalam kebijakan ketenagakerjaan Jawa Barat. Kabupaten Bekasi menjadi titik awal, sementara pelaksanaannya akan bergerak ke daerah lain.
Bagi pencari kerja, perubahan ini memberikan akses informasi yang lebih praktis. Bagi pemerintah, tantangannya adalah memastikan program tersebut benar-benar menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja—bukan sekadar menjadi agenda rutin di ruang digital. (Preston)
